← Semua artikel

Membaca sosiogram lingkaran

Panduan membaca sosiogram lingkaran langkah demi langkah, dari arti cincin, bentuk simbol, dan arah panah sampai pola pasangan, segitiga, dan murid yang terisolir.

17 Okt 2026 · 3 menit baca

Sosiogram lingkaran sebuah kelas contoh dengan 20 murid

Sosiogram adalah gambar dari jawaban sosiometri. Setiap murid menjadi satu titik, dan setiap pilihan menjadi satu garis. Ada beberapa gaya sosiogram, tetapi yang paling banyak dipakai guru BK di Indonesia adalah teknik lingkaran, karena posisi murid langsung menunjukkan seberapa banyak ia dipilih.

Bagaimana sosiogram lingkaran disusun

Sosiogram lingkaran terdiri dari beberapa cincin yang berpusat di satu titik:

  • Pusat ditempati murid yang paling banyak dipilih.
  • Cincin berikutnya ke arah luar ditempati murid yang semakin sedikit dipilih.
  • Cincin terluar ditempati murid yang tidak dipilih siapa pun.

Jumlah cincin umumnya sama dengan jumlah pilihan terbanyak yang diterima seorang murid ditambah satu (konselor008). Kalau murid yang paling populer dipilih 5 kali, ada 6 cincin: dipilih 5, 4, 3, 2, 1, dan 0 kali. Pada kelas besar, beberapa jumlah sering digabung dalam satu cincin agar gambar tetap terbaca.

Cara ini serupa dengan target sociogram yang dikenal dalam literatur internasional. Selain lingkaran, ada juga gaya lajur (kolom) dan gaya bebas berupa jaringan (konseling.web.id).

Arti simbol dan garis

Simbol bisa berbeda antarbuku. Yang paling umum:

Simbol Arti
Lingkaran Murid laki-laki
Kotak Murid perempuan
Panah satu arah A memilih B, tetapi B tidak memilih A
Garis dua arah (tebal) A dan B saling memilih
Garis putus-putus Penolakan, bila angket memakai pertanyaan negatif
Nomor di dalam simbol Nomor absen murid

Nomor absen dipakai agar sosiogram bisa dicetak tanpa memperlihatkan nama. Daftar nama disimpan terpisah oleh guru.

Coba baca sosiogram ini

Di bawah ini sosiogram dari kelas contoh berisi 20 murid untuk pertanyaan "Dengan siapa kamu paling senang belajar kelompok?". Setiap murid memilih tiga teman. Ketuk satu murid untuk melihat garisnya saja.

1Bintang kelas423657121314161715891011201819
Laki-laki Perempuan Memilih Saling memilih Belum mengisi Bintang kelas
Kelas contoh berisi 20 murid (nama fiktif). Ketuk satu murid untuk melihat siapa yang ia pilih dan siapa yang memilihnya.

Beberapa hal yang langsung terlihat dari gambar di atas:

  • Satu murid di pusat dipilih jauh lebih banyak dari yang lain. Hampir semua garis mengarah kepadanya.
  • Beberapa kelompok kecil di cincin luar saling terhubung dengan garis tebal. Mereka saling memilih satu sama lain.
  • Murid dengan garis putus-putus belum mengisi angket. Mereka tetap bisa dipilih teman, tetapi pilihannya sendiri belum tercatat.
  • Murid di cincin terluar tanpa panah masuk belum dipilih siapa pun.

Pola yang perlu dicari

Setelah melihat gambaran umum, cari pola-pola berikut (Al-Irsyad, mengutip Rahardjo & Gudnanto):

Pasangan

Dua murid yang saling memilih. Pasangan menunjukkan hubungan yang cukup kuat, tetapi bisa juga berarti kedua murid itu tidak punya hubungan lain di kelas. Periksa apakah pasangan itu terhubung dengan murid lain atau berdiri sendiri.

Segitiga dan kelompok erat

Tiga murid atau lebih yang semuanya saling memilih. Segitiga termasuk ikatan yang kuat. Kelompok erat berguna sebagai inti kerja kelompok, tetapi perlu diperhatikan kalau kelompok itu tertutup bagi teman lain.

Bintang

Satu murid yang dipilih oleh banyak teman, seperti murid di pusat contoh di atas. Struktur ini rapuh karena banyak hubungan bergantung pada satu orang. Murid bintang bisa dilibatkan sebagai teman sebaya pendamping, tetapi jangan dibebani terus-menerus.

Rantai

A memilih B, B memilih C, C memilih D, tanpa pilihan balik. Rantai menunjukkan hubungan yang searah dan mudah putus.

Terisolir

Murid yang tidak dipilih siapa pun. Ini temuan yang paling penting untuk ditindaklanjuti. Perhatikan juga apakah murid ini memilih teman tertentu, karena pilihannya menunjukkan kepada siapa ia ingin dekat.

Pemisahan

Kelas yang terbelah menjadi dua atau lebih kelompok tanpa garis di antaranya, misalnya laki-laki dan perempuan. Di jenjang SD dan SMP, pilihan sesama jenis kelamin memang umum. Pemisahan baru perlu diperhatikan kalau sangat tajam atau mengikuti garis lain, misalnya asal sekolah.

Kesalahan umum saat membaca sosiogram

  • Menyimpulkan sebab dari gambar. Sosiogram menunjukkan bahwa seorang murid tidak dipilih, bukan mengapa. Gali sebabnya lewat percakapan.
  • Mengabaikan murid yang belum mengisi. Kalau banyak murid belum mengisi, indeks dan posisi cincin menjadi kurang akurat. Usahakan semua murid mengisi.
  • Membandingkan pertanyaan yang berbeda. Sosiogram belajar kelompok dan sosiogram teman bermain bisa sangat berbeda. Baca masing-masing sesuai pertanyaannya.
  • Memperlihatkan sosiogram kepada murid. Sosiogram berisi informasi yang bisa menyakiti. Simpan sebagai dokumen guru.

Dari sosiogram ke angka

Sosiogram memberi gambaran cepat. Untuk membandingkan murid secara lebih tepat, gunakan indeks. Lihat rumus indeks pemilihan sosiometri untuk cara menghitungnya.

Asesmenby Nabu
asesmen.nabuimaji.com © 2026 Nabu