← Semua artikel

Rumus indeks pemilihan

Cara menghitung indeks pemilihan (ISP), skor terbobot, indeks penolakan, dan status sosiometri Coie-Dodge, lengkap dengan contoh angka dan catatan tentang murid yang tidak mengisi.

17 Okt 2026 · 5 menit baca

Matriks pilihan sosiometri: baris pemilih, kolom yang dipilih

Sosiogram memberi gambaran, sedangkan indeks memberi angka. Dengan indeks, guru bisa membandingkan murid secara adil, mengurutkan dari yang paling diterima, dan melihat perubahan dari satu semester ke semester berikutnya. Artikel ini membahas rumus yang paling sering dipakai dalam praktik BK, beserta contoh hitungannya.

Data yang dibutuhkan

Semua rumus di bawah memakai data dari matriks pilihan, yaitu tabel siapa memilih siapa. Untuk setiap murid, hitung:

  • Jumlah dipilih: berapa teman yang memilih dia.
  • Urutan pilihan: dipilih sebagai pilihan pertama, kedua, atau ketiga.
  • Jumlah ditolak: hanya bila angket memakai pertanyaan penolakan.

Notasi yang dipakai:

  • N = jumlah murid di kelas.
  • N − 1 = jumlah teman yang mungkin memilih seorang murid (semua kecuali dirinya sendiri).

Indeks pemilihan (ISP)

Indeks pemilihan, sering disebut indeks status pilihan atau choice status, adalah rumus paling dasar:

ISP = jumlah dipilih ÷ (N − 1)

Nilainya antara 0 dan 1. Nilai 0 berarti tidak ada yang memilih, nilai 1 berarti dipilih oleh semua teman (Undiksha).

Contoh. Di kelas berisi 30 murid, Rina dipilih oleh 6 teman.

ISP Rina = 6 ÷ 29 = 0,21

Artinya sekitar 21 persen teman sekelas memilih Rina.

Ada juga varian lama yang membagi dengan N × p, dengan p adalah jumlah pilihan yang boleh ditulis setiap murid (bimbingandankonselingdotnet). Yang penting: pakai satu rumus secara konsisten dalam satu laporan.

Skor terbobot

ISP memperlakukan pilihan pertama dan ketiga sama. Padahal dipilih sebagai pilihan pertama lebih bermakna. Skor terbobot memperhitungkan urutan itu. Dengan tiga pilihan, bobotnya 3 untuk pilihan pertama, 2 untuk kedua, dan 1 untuk ketiga (Al-Irsyad, UIN Syahada).

Skor = (dipilih pertama × 3) + (dipilih kedua × 2) + (dipilih ketiga × 1)

Contoh. Dari 6 teman yang memilih Rina, 2 menempatkannya di urutan pertama, 3 di urutan kedua, dan 1 di urutan ketiga.

Skor Rina = (2 × 3) + (3 × 2) + (1 × 1) = 6 + 6 + 1 = 13

Kalau ingin dibandingkan antarkelas yang ukurannya berbeda, skor bisa dibagi dengan skor tertinggi yang mungkin, yaitu 3 × (N − 1): 13 ÷ 87 = 0,15.

Indeks penolakan dan indeks gabungan

Bila angket memakai pertanyaan penolakan:

Indeks penolakan = jumlah ditolak ÷ (N − 1)

Lalu keduanya bisa digabung:

Indeks gabungan = (jumlah dipilih − jumlah ditolak) ÷ (N − 1)

Nilainya antara −1 dan 1. Nilai positif berarti lebih banyak dipilih daripada ditolak. Rumus ini juga dipakai di beberapa alat bantu guru BK, misalnya Tools Guru BK Sosiometri.

Status sosiometri Coie-Dodge

Literatur internasional sering memakai klasifikasi Coie, Dodge, dan Coppotelli (1982). Klasifikasi ini memerlukan pertanyaan positif (paling disukai) dan negatif (paling tidak disukai). Langkahnya:

  1. Hitung jumlah dipilih (LM) dan jumlah ditolak (LL) setiap murid.
  2. Ubah keduanya menjadi skor-z di dalam kelas, yaitu (nilai − rata-rata kelas) ÷ simpangan baku kelas.
  3. Hitung preferensi sosial = zLM − zLL dan dampak sosial = zLM + zLL.

Kategorinya (Wikipedia: Sociometric status):

Status Syarat
Populer preferensi > 1, zLM > 0, zLL < 0
Ditolak preferensi < −1, zLM < 0, zLL > 0
Diabaikan dampak < −1, zLM < 0, zLL < 0
Kontroversial dampak > 1, zLM > 0, zLL > 0
Rata-rata selain di atas

Klasifikasi ini membedakan dua hal yang di sosiogram sama-sama terlihat "jarang dipilih": murid yang diabaikan (tidak banyak dipilih dan tidak banyak ditolak) dan murid yang ditolak (tidak banyak dipilih dan sering ditolak). Keduanya membutuhkan tindak lanjut yang berbeda.

Bagaimana menentukan kategori?

Banyak sumber BK menyebut kategori seperti sangat populer, populer, sedang, kurang, dan terisolir. Namun kami tidak menemukan tabel batas angka yang baku dan bisa dikutip. Sumber yang ada hanya menetapkan ujungnya: 0 berarti tidak dipilih, 1 berarti dipilih semua teman.

Salah satu cara yang adil adalah memakai skor-z skor terbobot di dalam kelas, seperti pada Coie-Dodge:

  • Tidak dipilih siapa pun: terisolir.
  • z ≥ 1: sangat diterima.
  • 0,5 ≤ z < 1: diterima.
  • −0,5 < z < 0,5: sedang.
  • z ≤ −0,5 (dan masih dipilih): kurang diterima.

Batas ini adalah pilihan desain, bukan standar resmi. Kalau sekolah atau MGBK di daerah Anda memakai acuan sendiri, gunakan acuan itu dan tuliskan di laporan.

Bagaimana jika ada murid yang tidak mengisi?

Ini masalah yang sering diabaikan. Kalau 5 dari 30 murid tidak mengisi, seorang murid paling banyak hanya bisa dipilih oleh 25 teman, bukan 29. Membagi dengan 29 membuat indeksnya terlihat lebih kecil dari seharusnya.

Ada dua cara menanganinya:

  • Bagi dengan jumlah teman yang benar-benar mengisi, bukan dengan N − 1. Murid yang tidak mengisi tetap bisa dipilih, tetapi tidak dihitung sebagai pemilih.
  • Catat tingkat partisipasi di laporan. Penelitian menunjukkan pemilahan murid yang ditolak masih cukup akurat pada partisipasi 50 persen, tetapi klasifikasi lima status jauh kurang akurat bahkan pada 70 persen (Journal of School Psychology, 2011). Sebagai pegangan praktis, usahakan partisipasi minimal sekitar 80 persen sebelum menarik kesimpulan kategori.

Ringkasnya

Ukuran Rumus Kegunaan
ISP dipilih ÷ (N − 1) Perbandingan dasar antarmurid
Skor terbobot Σ bobot urutan Membedakan pilihan pertama dan ketiga
Indeks penolakan ditolak ÷ (N − 1) Bila ada pertanyaan negatif
Indeks gabungan (dipilih − ditolak) ÷ (N − 1) Satu angka untuk keduanya
Coie-Dodge skor-z dipilih dan ditolak Membedakan diabaikan dan ditolak

Angka-angka ini membantu, tetapi keputusan tetap di tangan guru. Lanjutkan ke tindak lanjut hasil sosiometri untuk langkah setelah indeks dihitung.

Asesmenby Nabu
asesmen.nabuimaji.com © 2026 Nabu