Tindak lanjut hasil sosiometri
Apa yang dilakukan setelah sosiogram jadi. Langkah tindak lanjut untuk murid yang belum dipilih, murid bintang, dan kelompok erat, serta aturan kerahasiaan yang perlu dijaga guru.

Sosiometri baru bermanfaat kalau hasilnya dipakai. Sosiogram yang rapi tetapi berakhir di map tidak mengubah apa pun bagi murid yang belum dipilih siapa pun. Artikel ini membahas apa yang bisa dilakukan setelah hasil sosiometri keluar, dan aturan yang perlu dijaga selama prosesnya.
Mulai dari murid yang belum dipilih
Murid yang tidak dipilih siapa pun adalah prioritas pertama. Mereka biasanya tidak menimbulkan masalah di kelas, sehingga mudah terlewat.
Langkah yang bisa dilakukan:
- Periksa ulang datanya. Pastikan murid itu memang tidak dipilih di semua pertanyaan, bukan hanya di satu pertanyaan. Murid yang tidak dipilih untuk belajar kelompok bisa saja dipilih untuk teman bermain.
- Lihat siapa yang ia pilih. Pilihan seorang murid menunjukkan kepada siapa ia ingin dekat. Ini petunjuk berharga untuk langkah berikutnya.
- Ajak bicara secara pribadi. Konseling individual terbukti membantu murid yang terisolir (Pendas, Universitas Pasundan). Jangan buka percakapan dengan "kamu tidak dipilih siapa pun". Mulailah dengan pertanyaan terbuka tentang pengalamannya di kelas.
- Atur kesempatan untuk terhubung. Tempatkan murid itu dalam kelompok kecil bersama teman yang hangat, terutama teman yang ia pilih. Kelompok kecil memberi ruang lebih aman dibanding kelompok besar.
- Ulangi sosiometri setelah beberapa bulan untuk melihat apakah posisinya berubah.
Bagi wali kelas atau guru wali, langkah ketiga sebaiknya dikoordinasikan dengan guru BK. Wali kelas mengenali dan merujuk, guru BK yang melakukan konseling.
Murid yang kurang diterima atau ditolak
Murid yang dipilih sedikit, atau sering ditolak bila angket memakai pertanyaan penolakan, membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda:
- Bimbingan kelompok untuk melatih keterampilan bergaul, misalnya bekerja sama, mendengarkan, atau menyelesaikan konflik.
- Tugas berpasangan dengan teman yang memilihnya, agar ada keberhasilan kecil bersama.
- Perhatikan tanda perundungan. Murid yang sering ditolak lebih rentan. Pertanyaan penolakan yang tinggi pada satu murid bisa menjadi alasan untuk mengamati lebih dekat.
Murid bintang
Murid yang paling banyak dipilih adalah sumber daya bagi kelas:
- Libatkan sebagai teman sebaya pendamping untuk murid yang belum banyak dipilih.
- Tempatkan di kelompok yang berbeda dari kelompok eratnya, agar pengaruhnya tersebar.
- Jangan membebaninya terus-menerus. Murid bintang juga murid yang butuh ruang.
Kelompok erat dan pasangan
Kelompok erat dan pasangan yang saling memilih adalah kekuatan, tetapi bisa juga menjadi lingkaran tertutup:
- Gunakan kelompok erat sebagai inti kerja kelompok yang stabil.
- Saat membentuk kelompok baru, pisahkan sebagian anggotanya dan sertakan murid dari luar lingkaran mereka.
- Perhatikan kelas yang terbelah menjadi kelompok-kelompok tanpa hubungan di antaranya. Kegiatan lintas kelompok bisa membantu menjembatani.
Penataan tempat duduk dan kelompok
Dua tindak lanjut paling praktis dari sosiometri:
- Tempat duduk. Dudukkan murid yang belum dipilih di dekat teman yang ia pilih, atau di dekat murid yang hangat.
- Kelompok belajar. Setiap kelompok idealnya memuat minimal satu pasangan yang saling memilih, sehingga ada rasa aman, dan maksimal satu murid yang belum dipilih, sehingga ia tidak sendirian bersama murid lain yang juga belum terhubung.
Etika: hasil sosiometri adalah rahasia
Sosiometri berisi informasi yang bisa melukai kalau bocor. Siapa memilih siapa, dan terutama siapa yang tidak dipilih, harus dijaga. Kebocoran bisa merusak hubungan antarmurid dan merusak kepercayaan murid kepada guru (Al-Irsyad, UIN Syahada).
Aturan yang perlu dipegang:
- Jelaskan tujuan dan kerahasiaan sebelum murid mengisi. Murid perlu tahu untuk apa jawabannya dipakai dan siapa yang akan melihatnya.
- Jangan perlihatkan hasil kepada murid, termasuk sosiogram yang ditempel di kelas (konseling.web.id).
- Pakai nomor absen di sosiogram yang dicetak, dan simpan daftar nama secara terpisah.
- Hindari label permanen. Kata seperti "terisolir" adalah istilah kerja guru, bukan sebutan untuk anak. Kritik terhadap metode sosiometri juga mengingatkan risiko melabeli murid berdasarkan satu pengukuran (Child & Nind, NCRM).
- Bagikan seperlunya. Kepada wali kelas atau orang tua, sampaikan kebutuhan murid dan rencana pendampingannya, bukan peta lengkap siapa memilih siapa.
Menyusun laporan tindak lanjut
Laporan sosiometri yang baik biasanya memuat (Al-Irsyad):
- Tabulasi atau matriks pilihan.
- Skor dan indeks setiap murid.
- Sosiogram.
- Interpretasi: siapa yang perlu perhatian, pola kelompok di kelas.
- Rencana layanan: konseling individual, bimbingan kelompok, penataan tempat duduk, atau rujukan.
Tambahkan tanggal pelaksanaan dan tingkat partisipasi. Keduanya penting saat laporan dibandingkan dengan sosiometri berikutnya.
Ringkasnya
Prioritaskan murid yang belum dipilih siapa pun, libatkan murid bintang dengan bijak, dan gunakan hasilnya untuk menata kelompok dan tempat duduk. Jaga kerahasiaan di setiap langkah. Lalu ulangi sosiometri setelah beberapa bulan, karena yang paling penting bukan potret hari ini, melainkan perubahannya.