Contoh angket sosiometri
Contoh pertanyaan angket sosiometri untuk bidang belajar, sosial, pribadi, dan karier, lengkap dengan aturan jumlah pilihan dan alasan memakai atau tidak memakai pertanyaan penolakan.

Kualitas hasil sosiometri ditentukan sejak pertanyaannya ditulis. Pertanyaan yang kabur menghasilkan jawaban yang kabur. Artikel ini berisi contoh pertanyaan yang bisa langsung dipakai, dikelompokkan menurut empat bidang layanan BK: belajar, sosial, pribadi, dan karier.
Bentuk angket yang paling umum: nominatif
Di sekolah Indonesia, bentuk yang paling sering dipakai adalah angket nominatif. Murid menuliskan nama teman untuk suatu kegiatan, berurutan dari yang paling diinginkan. Pilihan pertama diberi bobot paling tinggi. Dengan tiga pilihan, bobotnya 3, 2, dan 1 (Al-Irsyad, UIN Syahada).
Contoh perintah yang sering dipakai:
Pilihlah 3 orang temanmu yang paling kamu senangi dalam kegiatan belajar kelompok, secara berurutan.
Ada juga bentuk lain, misalnya angket siapa dia ("teman yang mudah bergaul adalah...") dan angket bertingkat. Untuk pemetaan relasi kelas, bentuk nominatif paling mudah diolah dan paling mudah dipahami murid.
Aturan menulis pertanyaan
- Satu pertanyaan, satu kegiatan. "Dengan siapa kamu senang belajar dan bermain?" mencampur dua hal. Pisahkan menjadi dua pertanyaan.
- Sebutkan kegiatan yang nyata di kelas itu. Murid menjawab lebih jujur kalau kegiatannya benar-benar akan terjadi, misalnya kerja kelompok minggu depan.
- Tetapkan jumlah pilihan. Umumnya tiga. Penelitian tentang praktik BK mencatat batas jumlah pilihan yang tidak jelas sebagai salah satu masalah yang sering terjadi (UIN Suska).
- Minta urutan. Pilihan pertama dan ketiga tidak sama bobotnya. Urutan membuat skor lebih bermakna.
- Larang memilih diri sendiri dan nama ganda. Kalau angket dikerjakan di kertas, tulis aturan ini dengan jelas.
- Batasi jumlah pertanyaan. Dua sampai empat pertanyaan sudah cukup untuk satu sesi. Terlalu banyak membuat murid asal mengisi.
Contoh pertanyaan per bidang
Bidang belajar
- Dengan siapa kamu paling senang belajar kelompok?
- Kepada siapa kamu paling suka bertanya saat kesulitan memahami pelajaran?
- Dengan siapa kamu paling ingin mengerjakan tugas praktik?
Bidang sosial
- Dengan siapa kamu paling ingin duduk sebangku?
- Dengan siapa kamu paling senang melakukan kegiatan bersama?
- Siapa yang paling tepat menjadi ketua kelompokmu?
Bidang pribadi
- Kepada siapa kamu paling percaya untuk bercerita?
- Siapa yang paling ingin kamu temui saat sedang sedih?
Bidang karier
- Dengan siapa kamu paling senang membicarakan cita-cita?
- Siapa yang paling ingin kamu ajak satu tim dalam lomba atau proyek?
Pertanyaan bidang pribadi perlu dipakai dengan hati-hati. Pertanyaan ini menyentuh hal yang lebih personal, sehingga kerahasiaan jawaban menjadi jauh lebih penting.
Perlukah pertanyaan penolakan?
Sebagian angket menambahkan pertanyaan negatif, misalnya "Dengan siapa kamu paling tidak ingin belajar kelompok?" Jawaban ini diberi bobot negatif, misalnya −3, −2, dan −1 (Teraputik, Unindra). Dengan pertanyaan positif dan negatif sekaligus, guru bisa membedakan murid yang diabaikan (jarang dipilih, jarang ditolak) dari murid yang ditolak (jarang dipilih, sering ditolak).
Namun ada pertimbangan etis. Penelitian menemukan pertanyaan negatif tidak terbukti merugikan murid, tetapi sampai sepertiga anak membicarakan pertanyaan itu dengan temannya setelah survei (Iverson, University of Northern Iowa). Penelitian lain menunjukkan nominasi positif saja sudah cukup akurat untuk menemukan murid yang ditolak (Journal of School Psychology, 2011).
Saran kami: mulailah dengan pertanyaan positif saja. Pakai pertanyaan penolakan hanya bila ada alasan kuat, misalnya dugaan perundungan, dan pastikan murid tidak membicarakan jawabannya di kelas.
Contoh susunan angket
Berikut tiga susunan yang bisa dipakai sesuai tujuan.
| Tujuan | Pertanyaan | Pilihan |
|---|---|---|
| Pemetaan awal kelas | Belajar kelompok, teman sebangku | 3 |
| Membentuk kelompok belajar | Belajar kelompok, tempat bertanya, ketua kelompok | 3 |
| Gambaran empat bidang | Belajar kelompok, kegiatan bersama, tempat bercerita, membicarakan cita-cita | 3 |
Pembuka angket untuk murid
Kalimat pembuka menentukan seberapa jujur murid menjawab. Contoh:
Tidak ada jawaban benar atau salah. Jawabanmu rahasia, hanya gurumu yang melihat. Pilih teman sesuai keinginanmu sendiri.
Bacakan atau tampilkan kalimat ini sebelum murid mulai mengisi. Hindari mengisi angket saat murid duduk berdekatan dan bisa saling melihat jawaban.
Langkah berikutnya
Setelah jawaban terkumpul, ubah menjadi matriks dan sosiogram. Lihat cara membaca sosiogram dan rumus indeks pemilihan untuk langkah pengolahannya.